Mengenal Apa Itu Dart dan Karakteristiknya

Pada kesempatan kali ini, saya akan sharing mengenai tutorial mempelajari atau mengembangkan Aplikasi Android. Framework yang akan kita gunakan yaitu Flutter dengan bahasa pemogramannya Dart. Kita akan mulai terlebih dahulu step by stepnya dengan mengenal terlebih dahulu bahasa pemograman Dart.

Apa itu Dart?

Dart merupakan bahasa pemrograman yang open source dan general purpose, yang artinya dapat  dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan oleh banyak orang. Dart dikembangkan oleh Google dan ditujukan untuk membuat aplikasi multiplatform seperti mobiledesktop, dan web.

Pada awalnya Dart diperkenalkan ketika GOTO conference pada tahun 2012. Project ini didirikan oleh Lars Bak dan Kasper Lund dari Google, sampai akhirnya versi Dart 1.0 dirilis pada 14 November 2013. Bulan Agustus 2018, Dart 2.0 dirilis dengan perubahan bahasa seperti perubahan type system.

Pada awalnya Dart hanya digunakan untuk membuat web yang ada di Google. Tujuan awal pembuatan Dart adalah untuk menggantikan JavaScript yang dinilai memiliki banyak kelemahan. Kemudian dikembangkan dengan rilisnya Flutter SDK untuk pengembangan iOS, Android, dan web menjadi sorotan baru pada bahasa Dart.

Mengapa perlu belajar Dart?

Terdapat beberapa alasan mengapa kita harus segera memulai belajar pemrograman dengan Dart, yaitu

  • Dart adalah bahasa pemrograman yang fleksibel. Dart dapat berjalan di banyak paltform, seperti Android, iOS, maupun web. Sebagai developer, tentunya sebuah keuntungan jika dapat menuliskan kode satu kali, dan dapat berjalan di mana saja.
  • Dart adalah project open-source. Dart dibuat oleh Google, lalu bersama dengan komunitas developer Dart mengembangkan teknologi dan fitur-fitur menarik yang bisa ditambahkan pada Dart.
  • Dart digunakan oleh Flutter. Sejak kemunculan Flutter, Dart kembali menjadi perhatian. Pada saat ini, Flutter digunakan di bnayak perusahaan dan  merupakan proyek yang revolusioner dari Google untuk mengembangkan aplikasi multiplatform dengan tampilan UI yang menarik. Karena itu, jika tertarik mengembangkan aplikasi dengan Flutter, maka menguasai Dart adalah hal yang fundamental.
  • Dart memiliki dukungan tools yang lengkap. Dart mendukung hampir setiap teks editor atau IDE, seperti IntelliJ IDEA, Webstorm, Android Studio maupun editor sederhana seperti VS Code, Sublime text, Atom, atau yang lainnya.
  • Dart mudah dipelajari dan cocok sebagai first language. Dart sangat mudah untuk dipahami karena bahasanya yang cukup familiar, mirip dengan bahasa pemrograman populer lain seperti Java, Python, JavaScript, dll. Bahkan jika Anda baru memulai pemrograman, Dart merupakan bahasa yang bagus dengan dokumentasi dan tutorial Dart yang disediakan Google yang ukup mudah untuk diikuti. Ditambah dengan sintaks yang sederhana, dan komunitas yang bersahabat dalam membantu kita mempelajari Dart.

Karakteristik Dart

Dart merupakan bahasa modern dan berfitur lengkap, yang memiliki banyak kemiripan dengan bahasa lain yang sudah banyak dikenal, seperti Java, C#, Javascript, Swift, dan Kotlin. Dart sendiri juga dirancang agar terasa familiar bagi developer Javascript dan Java/C#. Artinya,  jika anda telah familiar dengan kedua bahasa tersebut, maka dapat mempelajari bahasa Dart dengan lebih mudah. Namun, jika anda adalah calon developer yang baru memulai belajar pemrograman dan memutuskan Dart sebagai first language. Dart adalah bahasa yang nyaman dan mudah dipelajari untuk memulai belajar bahasa pemrograman.

Kita ambil contoh potongan kode Dart berikut:

main() {
  var name = 'Feydav';
  String language = 'Dart';
  print('Halo $name. Selamat datang di $language!');
}

Jika Anda telah familiar dengan bahasa pemrograman lain seperti Java, Kotlin, atau Swift, maka anda akan paham bagaimana kode di atas bekerja. Jadi, kode di atas akan menampilkan “Halo Feydav. Selamat datang di Dart!” pada konsol.

Dart sebagai bahasa memiliki beberapa karakteristik berikut:

  • Statically typed,

Pada Dart kita perlu mendefinisikan variabel terlebih dahulu. Berikut adalah contoh deklarasi variabel pada Dart.

var name = 'Feydav'; 
String language = 'Dart';
  • Type inference,

Dart juga mendukung type inference, di mana tipe data akan secara otomatis terdeteksi ketika suatu variabel diinisialisasi  dan kita tidak perlu mendefinisikan tipe data variabel secara eksplisit. Sebagai contoh variabel name di atas akan terdeteksi sebagai String. Selain itu, Dart juga memiliki dynamic variable. Apa itu? Bahasan ini akan kita dalami pada modul variable.

  • String Interpolation,

print('Hello $name. Welcome to $language!');

Dart memiliki fitur String interpolation, yang merupakan fitur di mana kita bisa menyisipkan variabel ke dalam sebuah objek String tanpa concatenation (penggabungan objek String menggunakan +). Dengan fitur ini, tentunya kita menjadi lebih mudah dalam membuat objek String yang dinamis.

  • Multi-paradigm: OOP & Functional

    Dart merupakan bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman berorientasi objek. OOP merupakan paradigma pemrograman  yang berdasar pada konsep objek yang memiliki atribut serta dapat melakukan operasi atau prosedur tertentu. Dengan OOP, kita bisa dengan mudah memvisualisasikan objek yang ada di dunia nyata ke dalam program komputer.


Demikian sekilas mengenai perkenalan singkat Dart. Semoga dapat membantu dan memahami dalam memulai pembelajaran.

 

Referensi